Puisi dan Persoalan Basa-basi

Oleh: Karl Agan

Menulis bukanlah sebuah proses yang berlangsung secara pantas. Sajak sering kali bermula dengan sebaris ayat, bahkan mungkin hanya sepatah kata. Tidak menghairankan jika sesebuah sajak memakan waktu bertahun-tahun untuk disiapkan. Seperti ungkapan “waktu mendewasakan”, sajak yang dikerjakan dengan teliti akhirnya menjadi sebuah sajak yang mempunyai tujuan yang jelas, mempesona serta menggambarkan pendirian penulis yang matang dan cerdik.

Secara peribadi, sajak yang “menjadi” menurut pandangan saya ialah sajak yang mampu membangkitkan deria pembaca untuk merenung dan menikmati sajak itu. Kemudian, sajak tersebut mengajak pembacanya menelaah makna agar ditemukan tujuan serta pemikiran sajak itu. Sajak semacam inilah yang akhirnya kekal menjadi ucapan di lidah pembaca, meluncur tanpa paksa dalam perbualan dan ingatan walaupun lumut usia memeluk tubuh sajak.

Artikel ini dipetik daripada Tunas Cipta Bil. 5 2017.

  • Share/Bookmark

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *