Kekuatan Cerita dan Keindahan Bahasa dalam Teater Bujei

Oleh: Khairol Anuar Harith Fadzillah

Kehidupan juga demikian. Meskipun ada peristiwa yang tidak disukai yang mungkin boleh melunturkan semangat seseorang, hidup perlu diteruskan juga dengan mengenepikan hal yang tidak menyenangkan itu. Bukan mudah untuk melalui kehidupan sebermula daripada bayi. Proses “memanusiakan” seseorang itu memang tepat dimisalkan dengan sukarnya proses menghasilkan sehelai kain sutera. Justeru, kesukaran yang terus dialami dalam kehidupan tidak ubah seperti corak yang dilukiskan atas kain sutera tersebut. Seperti kata nenek kebayan seterusnya, “… kita rasakan perjalanan hidup ini hanya mendatar, tetapi ada pendakian dan penurunannya.” Nenek kebayan juga memujuk Bujei untuk menerima ketentuan Allah SWT supaya dapat merasai keindahan kehidupan melalui ungkapannya, “… indahnya lukisan kehidupan ini.”

Artikel ini dipetik daripada Tunas Cipta Bil. 9 2017

  • Share/Bookmark

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *